Sabtu, 18 Mei 2013

gizi seimbang bagi daur kehiduupan


 BAB II
TINJAUAN TEORI

A.    Konsep Dasar Ilmu Gizi
Definisi ilmu gizi pada awalnya adalah ilmu yang mempelajari nasib makanan sejak mulai ditelan sampai di ubah menjadi bagian tubuh dan energi atau di eksresikan sebagai sisa. Pengertian ini kemudian berkembang seiring dengan tujuan akhir ilmu gizi yaitu untuk mencapai, memperbaiki, dan mempertahankan kesehatan tubuh melalui konsumsi makanan.
Definisi ilmu gizi yang digunakan sekarang adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang mempelajari tentang makanan dikaitkan dengan kesehatan tubuh. Definisi ini memungkinkan kajian dan ruang lingkup ilmu gizi menjadi lebih luas, tidak terbatas pada makanan yang dikonsumsi. Istilah lain yang berkaitan dengan gizi dan penting dipahami diantaranya :
1.    Zat gizi
Adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proses kehidupan.
2.      Gizi
Adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan, untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilakan energi.
3.      Pangan
Adalah istilah umum untuk semua bahan yang dapat dijadikan makanan, baik dalam kondisi mentah atau matang, hasil olahan ataupun bahan mentah.
4.    Makanan
Adalah bahan selain obat yang mengandung zat gizi dan atau unsur-unsur/ikatan kimia yang dapat di ubah menjadi zat gizi oleh tubuh, dan berguna bila dimasukkan ke dalam tubuh.
5.    Bahan makanan
Adalah makanan dalam keadaan mentah (belum mengalami proses pengolahan).
6.    Status gizi
Adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi.

B.     Gizi Seimbang Bagi Balita
1.      Kebutuhan gizi balita
Kebutuhan masing-masing zat gizi untuk kelompok balita dapat kita lihat pada Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan. Selain zat gizi esensial, kebutuhan cairan juga harus diperhatikan karena penting bagi anak untuk mencegah dehidrasi selama bergerak dan berolahraga, karena anak-anak beresiko stres akibat dehidrasi dan panas. Anak-anak berkeringat dan semakin kepanasan saat bergerak. Beberapa jenis olahraga seperti sepak bola dan hoki yang membuat tubuh lemas. Mekanisme haus mungkin tidak bekerja selama balita beraktifitas dan tidak menyadari bahwa mereka membutuhkan air. Sebaiknya tidak memberikan softdrink dan jus buah yang tidak di encerkan kepada anak-anak karena pemberian karbohidrat tinggi dapat menyebabkan kram perut, mual, dan diare.
Perilaku dan kebiasaan makan balita sangat dipengaruhi oleh orangtua dan orang tua terdekatnya. Perilaku makan yang tidak sehat akan menyebabkan pemenuhan kebutuhan gizi yang tidak sesuai sehingga akan menimbulkan pemenuhan gizi yang tidak sesuai sehingga akan menimbulkan permasalahan permasalahan gizi dan kesehatan pada balita dan anak.
2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi balita
a.       Pengaruh ibu                                         
Kurangnya   pengetahuan   ibu    dan keterampilan yang mempengaruhi gizi di bidang memasak, konsumsi anak, keragaman bahan makanan.
b.      Prasangka buruk                                   
Anggapan   terhadap  jenis  makanan  tertentu yang bisa mempengaruhi gizi, misalnya anggapan terhadap anak kecil yang suka makan ikan bisa menyebabkan cacingan.
c.       Pantangan                                             
Pantangan terhadap makanan  tertentu yang telah menjadi kebiasaan yang mempengaruhi gizi, misal pantangan terhadap anak yang suka makan daging yang biasanya yang terjadi di daerah pedesaan.
d.      Kesukaan yang berlebihan                    
Kesukaan yang berlebihan terhadap suatu jenis makanan tertentu yang mengakibatkan tubuh tidak memperoleh semua zat gizi yang diperlukan. Misal kesukaan yang berlebihan terhadap coklat.
e.       Jarak kelahiran yang terlalu cepat         
Jarak   antara   dua    kelahiran   yang terlalu   rapat   yaitu   kurang   dari   1 tahun.      
f.       Sosial ekonomi                                     
Tingkat  penghasilan   keluarga  yang mempengaruhi status gizi kurang pada balita yang dihubungkan dengan jumlah anggota keluarga.
g.      Penyakit pada anak                              
Penyakit   yang   diderita   pada  anak yang menyebabkan terganggunya status gizi balita.
3.      Prinsip gizi seimbang balita
Masa balita adalah periode perkembangan fisik dan mental yang pesat. Pada masa ini otak balita ibu telah siap menghadapi berbagai stimuli seperti belajar berjalan dan berbicara lebih lancar. Perlunya perhatian lebih dalam tumbuh kembang di usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi yang terjadi pada masa emas ini, bersifat irreversible (tidak dapat pulih). Ada usia balita juga membutuhkan gizi seimbang yaitu makanan yang mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sesuai umur. Makanan seimbang pada usia ini perlu diterapkan karena akan mempengaruhi kualitas pada usia dewasa sampai lanjut.
4.      Pengelolaan bahan makanan untuk balita
Pemberian makanan balita sebaiknya beraneka ragam, menggunakan makanan yang telah dikenalkan sejak bayi usia enam bulan yang telah diterima oleh bayi, dan dikembangkan lagi dengan bahan makanan sesuai makanan keluarga. Pemberntukan pola makanan perlu diterapkan sesuai pola makanan keluarga. Peranan orang tua sangat dibutuhkan untuk membentuk perilaku makan yang sehat. Seorang ibu dalam hal ini harus mengetahui, mau dan mampu menerapkan makan yang seimbang atau sehat dalam keluarga karena anak akan meniru perilaku makan dari orang tua dan orang-orang disekelilingnya dalam keluarga.
Makanan selingan tidak kalah pentingnya dengan apa yang diberikan pada jam diantara makanan pokoknya. Makanan selingan dapat membantu jika anak tidak cukup menerima porsi makan karena anak susah makan. Namun pemberian yang berlebihan pada makanan selingan pun tidak baik karena akan mengganggu nafsu makannya.
Jenis makanan selingan yang baik adalah yang mengandung zat gizi lengkap yaitu sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, seperti arem-arem nasi isi daging sayuran, tahu isi daging sayuran, roti isi ragout ayam sayuran, pizza dan lain-lain.
Fungsi makanan selingan adalah :
a.       Memperkenalkan aneka jenis bahan makanan yang terdapat dalam bahan makanan selingan.
b.      Melengkapi zat-zat gizi yang mungkin kurang dalam makanan utamanya (pagi, siang, dan malam).
c.       Mengisi kekurangan kalori akibat banyaknya aktifitas anak pada usia balita.
5.      Menu seimbang balita
a.       Karbohidrat
Seperti nasi, roti, sereal, kentang atau mie.
b.      Buah dan  Sayur
Seperti pisang, pepaya, jeruk, tomat, dan wortel. Jenis sayuran beragam mengandung zat gizi yang berbeda.
c.       Susu dan Produk Olahan Susu
Susu pertumbuhan, produk olahan susu seperti susu dan yoghurt. Pastikan balita ibu mendapatkan asupan kalsium yang cukup dan konsumsi susunya.
d.      Protein
Seperti ikan, susu, daging, telur, dan kacang-kacangan.
e.       Lemak dan Gula
Seperti yang terdapat dalam minyak, santan, dan mentega, roti, dan kue juga mengandung Omega 3 dan 6 yang penting untuk perkembangan otak.

C.     Gizi Seimbang Pada Usia Reproduksi
1.        Pengaruh status gizi pada sistem reproduksi
Kebutuhan energi dan nutrisi remaja dipengaruhi oleh usia reproduksi, timgkat aktivitas dan status nutrisi. Nutrisi yang dibutuhkan sedikit lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan remaja tersebut. Remaja yang berasal dari sosial ekonomi rendah, sumber makanan yang adekuat tidakterpenuhi, dan mempunyai risiko defiensi zat besi sebelum hamil. Pemberian tambahan energi diberikan kepada remaja dengan berat badan rendah. Penambahan energi kepada remaja didapatkan biasanya dengan meningkatkan nafsu makan akan tetapi seseorang remaja sering terlalu memperhatikan penambahan berat badannya. Seorang remaja dapat mengalami peningkatan resiko difisiensi zat besi, karena kebutuhan yang meningkat sebuhungan dengan pertumbuhan.
Remaja yang anemia dan kurang berat badan lebih banyak melahirkan bayi BBLR dibandingkan dengan wanita dengan usia reproduksi aman untuk hamil. Penambahan berat badan yang tidak adekuat lebih sering terjadi pada orang yang ingin kurus , ingin menyembunyikan kehamilannya, tidak mencukupi sumber makanannya, dan menggunakan obat- obat terlarang.
2.      Zat gizi pendukung fertilitas.
Untuk meningkatkan kesuburan pasangan yang terpenting dilakukan adalah mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, sebaiknaya pasangan menghindari makanan  yang terlalu diolah atau mengandung bahan- bahan tiruan, diantaranya keju olahan, daging olahan, makanan beku, makanan kalengan , bila membeli buah-buahan jangan yang dalam kaleng atau hanya sirupnya saja. Untuk sayuran hidarkan sayuran kalengan, kudapan asin ,kacang dan minyak terhidrogenasi, hindari roti putih jangan terlalu sering minum susu , skim kalengan ,jangn mengonsumsi makanan yang tidak segar lagi. Menurut Neil (2001) untuk menambah kesuburan sebaiknya pilih makanan sebagai berikut : daging, dan ikan , telur , kacang-kacangan , buah dan sayuran (buah,sayuran mentah,makanan segar, jus buah dan sayuran , buah kering), dan roti dan sereal yang tidak banyak diolah ( roti,bubur,makanan kering , biji-bijian, gandum, spageti , dan beras merah ), susu dan hasil olahan (susu, yogurht, keju).
Pilih makanan yang belum disuling : nasi, roti, sereal, dan kripsi, biji –bijian, makanlah makanan segar seperti susu dan sayuran, bagi yang mentah atau yang telah dimasak. Telur adalah sumber protein terbaik dan juga mengandung berbagai macam gizi, karena diperlukan untuk pembuahan. Kacang-kacangan dan biji-bijian dari tanaman juga sangat bergizi, kacang polong. Ikan dikonsumsi sekali seminggu. Untuk daging berfariasi, sayuran dan buah merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat baik. Memasak lebih baik dikukus, pengaturan gizi ini dilakukan sejak wanita berusia 19-26 tahun 
3.      Pengaruh zat gizi pada fertilitas
Kesuburan seseorang selain dapat dipengaeruhi oleh faktor  keturunan dan faktor usia, juga dipengaruhi oleh faktor gizi pasangan , faktor gizi ini mempunyaio peran yyang sangat penting dalam mendukung kesuburan tersebut. Kekurangan nutrisi pada seseorang akan berdampak pada penurunan fungsi reproduksi hal ini dapat diketahui apabila seseorang mengalami anoreksia nerfosa, maka akan terlihat perubahan- perubahan hormonal tertentuy ang ditandai dengan penurunans berat badan yang mencolok , hal ini terjadi penurunan pola skresinya, kejadian tersebut berhungan dengan gangguan fungsi hipotalamus padea wanita anoreksia kadar hormin steroit mengalami perubahan yaitu meningkatkan kadar testosteron serum dan penurunan ekspresi 17 – sketo –steroit dalam urine, diantaranya androsteron dan epiodrosteron , dampaknya terjadi perubahan siklus ovulasi. Bila anoreksia tidak terlalu berat dapat diberikan hormon GRH( Gonado-Trophin Relating Hormone ) , karena hormon tersebut dapat mengembalikan siklus haid kearah normal. Berhubungan fungsi menstruasi, secara khusus jumlah wanita anovulasi akan meningkat bila berat badannya meningkat. Pada penelitian ternyata wanita gemuk memiliki risiko tinggi terhadapt ovulasi inferlil, dan fungsi ovulasi terganggu, sehingga menjadi tidak subur. Keadaan ini terjadi apabila peningkatan berat badan terlalu cepat, pada umumnya peningkatan berat badan disebabkan karena asupan gizi yang berlebihan. Bial siklus berlangsung tanpa ovulasi pada wanita gemuk menunjukkan adanya kelainan pada [engeluaran hormon. Bila kadar SHBG rendah, akan terjadi peningkatan produksi hormon androgen baik di ovarium maupun di kelenjar adrenal. Kondisi kegemukan berkaitan dengan proses perubahan androgen menjadi estrogen. Hipotalamus merangsang peningkatan sekresi hormon LH serta terjadi hiperandrogenisme. Mekanisme lain adalah gangguan pematangan folikel akibat peningkatan LH dan kadar testosteron yang rendah. Wanita kegemukan dengan siklus menstruasi normal kadar testosteronnya lebih rendah pada wanita gemuk ia mengalami amenore. Seberapa gemuk yang akan menyebabkan siklus anovulasi tidak diketahui dengan pasti, yang jelas bahwa dia dan berat badan sangat memengaruhi fungsi menstruasi. Berdasarkan uraian diatas sudah jelas diet memengaruhi siklus menstruasi. Hal ini memengaruhi siklus perubahan kadar hormon streroit yang merupakan faktor kunci dalm proses pengaturan siklus tersebut. Walaupun telah terbukti bahwa gizi lebih maupun gizi kurang mengurangi tingkat fertilitas, namun mekanismenya terjadi masih belum jelas. Pada wanita dengan diet normal asupan kalori memengaruhi  siklus menstrusi , tetapi belum jelas asupan apa yang berkontribusi pada peningkatan asupan kalori. Asupan tinggi lemak berpengaruh terhadap kadar hormon steroit dibuktikan diet rendah lemak memperpanjang siklus hari menstruasi serta memperpanjang lamanya fase folikuler.
4.      Hubungan status gizi dengan menstruasi
a.         Menarke
Menarke adalah haid pertama terjadi yang merupakan ciri khas kedewasaan seseorang wanita yang sehat dan tidak hamil. Status gizi remaja wanita sangat mempengaruhi terjadinya menarke baik dari faktor usia terjadinya menarke, adanya keluhan – keluhan selama menarke maupun lamanya hari menarke. Secara psikologis wanita remaja yang pertama sekali mengalami haid akan mengeluh rasanya nyeri, kurang nyaman, dan mengeluh perutnya terasa begah. Tetapi pada beberapa remaja keluhan – keluhan tersebut tidak dirasakan , hal ini dipengaruhi oleh nutrisi yang adekuat yang biasa dikonsumsi selain olahraga yang teratur (Brunner , 1996)..
Hormon yang berpengaruh terjadinya menarke adalah estogen dan progesteron. Estrogen berfungsi mengatur siklus haid, sedangkan progesteron pada uterus yaitu dapat mengurangi kontraksi, selama siklus haid. Agar menarke tidak menimbulkan keluhan-keluhan, sebaiknya remaja wanita, mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, sehingga status gizinya baik. Status gizi dikatakan baik apabila nutrisi yang diperlukan baik protein, lemak, karbihidrat, mineral, vitamin maunoun air digunakan oleh tubuh sesuai kebutuhan (Krummel, 1996 )
Gizi kurang atau terbatas selain akan memengaruhi pertumbuhan, fungsi organ tubuh, juga akan menyebabkan ternggunya fungsi  reproduksi. Hal ini akan berdampak pada gangguan haid, tetapi akan membaik bila asupan nutrisinya baik. Seberapa jauh pengaruh status gizi terhadap terjadinya menarke belum ada yang melakukan penelitian. Sebagian bahan perbandingan di bawah ini akan di uraikan tentang asupan energi total dan keragaman komponen diet.
Asupan energi berfariasi sepanjang siklus haid, terjadi peningkatan asupan energi pada fase luteal di bandingkan fase folikuler, peningkatan konsumsi energi premenstruasi dengan extra penambahan 87/500 Kkal / hari. Kesimpulanya bahwa estrogen menggakibatkan efek penekanan atau penurunan terhadap nafsu makan (Krummel 1996) identifikasi tentang jenis nutrisi yang dapat mengakibatkan asupan energi belum didapatkan data yang pasti. Ada yang berpendapat karbohidrat merupakan sumber peningkatan asupan kalori selama fase luteal, yang lain berpendapat bahwa konsumsi sofdrink yang mengandung gula cenderung meningkat selama vaseluteal. Selain itu juga ada yang berpendapat bahwa asupan lemak dan protein akan meningkat pada vaseluteal. Dengan demikian selama vaseluteal terjadi peningkatan asupan makanan atau energi (Krummel, 1996).
Pada remaja wanita perlu mempertahankan status gizi yang baik, dengan cara mengkonsumsi makanan seimbang karena sangat dibutuhkan pada saat haid, terbukti pada saat haid tersebut terutama pada vaseluteal akan terjadi peningkatan kebutuhan nutrisi, apabila hal ini diabaikan maka dampaknya akan terjadi keluhan-keluhan yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan selama siklus haid.
b.         Menstruasi
Komposisi diet baik secara kuantitatif maupun kualitatif, dianggap mempengaruhi siklus menstruasi setra penampilan reproduksi. Tetapi timbul pertanyaan seberapa sering faktor diet di pandang sebagai penyebab timbulnya amenore, masih jarang penelitian yang menggunakan diet sebagai metode perlakuan, dan uraiannya sering tidak lengkap atau tumpang tindih. Siklus menstruasi dipengaruhi bukan saja oleh diet vegetarian tetapi diet yang bervariasi dalam hal lemak, serat dan nutrien lainnya (Krummel, 1996).
c.         Diet Vegetarian
Pengaruh diet vegetarian terhadap hormon seks telah diteliti, sembilan orang vegetarian diberi diet yang mengandung daging, ternyata vase volikuler memanjang, rata-rata 4,2 hari juga FSH meningkat, E2 menurun secara signifikan. Sebaliknya 16 orang diet biasa beralih ke diet yang kurang daging selama 2 bulan mengalami pemendekan vase volikuler rata-rata 3,8 hari, mengalami penurunan frekuensi puncak LH dan peningkatan kadar LH. Setelah mengalami 2 kali injeksi LHRH, terjadinya hubungan antara diet dengan fungsi menstruasi. Pada wanita yang mengkonsumsi diet vegetarian terjadi peningkatan frekuensi gangguan siklus menstruasi. Prevalensi ketidakteraturan menstruasi 26,5% pada vegetarian dan 4,9% non vegetarian.
d.        Diet Rendah Lemak
Hasil penelitian pada diet rendah lemak dibanding tinggi lemak, ternyata pada diet tinggi lemak tidak memberikan kadar hormon dalam plasmadan urin kesimpulan tidak mempunyai pengaruh pada kadar hormon seks. Sedangkan pada diet rendak lemak akan menyebabkan 3 efek utama: panjang siklus menstruasi meningkat rata-rata 1,3 hari, lamanya waktu menstruasi meningkat rata-rata 0,5 hari, dan hari volikuler meningkat rata-rata 0,9 hari. Dengan demikian maka bagi wanita yang bukan vegetarian bila berubah ke diet rendah lemak akan memperpanjang siklus menstruasi sebagai akibat dari memanjangnya vase menstruasi dan vase volikuler.
Sindrompremenstrua adalah kombinasi gejala yang terjadi sebelum haid dan menghilang sebelum haid keluar. Gejala utama meliputi sakit kepala, letih, sakit pinggang, pembesaran dan sakit pada payudara dan perasaan begah pada perut. Tindakan yang dilakukan entuk mengatasi kasus sindrompremenstrua adalah menganjurkan perubahan diet selain menambah suplemen nutrisi, walaupun secara tidak secara khusus jenis nutrisinya apa. Secara umum anjuran diet meliputi pembatasan gula, garam, daging, lemak hewani, alkohol, kopi, rokok. Sedangkan yang perlu ditambah konsumsinya adalah jenis ikan, unggas, roti, kacang-kacangan, karbohidrat kompleks, sayuran daun hijau dan sereal (Krummel, 1996).
Kebanyakan klien sindrompremenstrua mengkonsumsi susu dan produknya sebanyak 5 kali lipat dan 3 kali lipat untuk gula halus. Dengan mengkonsumsi gula rendah lemak, dan tinggi karbohidrat akan mengurangi pembengkakan payudara. Sedangkan konsumsi tinggi karbohidrat dan rendah protein dapat memperbaiki gangguan perasaan yang tidak nyaman, hal ini berhubungan dengan pembentukan serotonin didalam otak.

D.    Gizi Seimbang Pada Menopause
1.      FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN MENOPAUSE
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi menopause
a.       Usia pertama haid
Beberapa ahli yang melakukan penelitian menemukan adanya hubungan antara usia pertama kali mendapat haid dengan usia seorang wanita memasuki menopause. Semakin muda seseorang mengalami haid pertama kalinya, semakin tua atau lama ia memasuki masa menopause.
b.      Diabetes Melitus
Penyakit autoimun seperti Diabetes Melitus menyebabkan terjadinya menopause dini. Pada penyakit autoimun, antibodi yang terbentuk akan menyerang FSH.
c.       Perokok berat
Pada wanita perokok diperoleh usia menopause lebih awal, sekitar 1,5 tahun (Varney. H, 2006: 302)
d.      Minum alkohol
Wanita yang nulipara dan wanita yang banyak mengonsumsi daging, atau minum alkohol akan mengalami menopause yang lebih lambat.
e.       Status gizi
Faktor yang juga mempengaruhi menopause lebih awal bisa dikarenakan konsumsi yang sembarangan. Jika ingin mencegah menopause lebih awal dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat seperti berhenti merokok, serta mengonsumsi makanan yang baik misalnya sejak masih muda rajin mengonsumsi makanan sehat seperti kedelai, kacang merah, bengkoang, atau pepaya (Baziad. A, 2010).
f.       Sosial ekonomi
Menopause dipengaruhi oleh status ekonomi, disamping pendidikan dan pekerjaan suami. Begitu juga hubungan antara tinggi badan dan berat badan wanita yang bersangkutan termasuk dalam pengaruh sosial ekonomi.
2.      KEBUTUHAN GIZI PADA MENOPAUSE.
a.       Makanlah aneka ragam makanan
b.      Makanlah sumber karbohidrat kompleks (serealia dan umbi)
c.       Batasi minyak dan lemak secara berlebihan
d.      Akanlah sumber zat besi secara bergantian antara sumber hewani dan nabati
e.       Minumlah air yang bersih, aman, dan cukup jumlahnya dan telah didihkan
f.       Kurangi konsumsi makanan jajanan dan minuman yang tinggi gula murni dan lemak
g.      Perbanyak frekuensi makan hewani laut dalam menu harian
Gunakanlah garam berodium, namaun batasilah penggunaan garam secar berlebihan, kurangi konsumsi makanan dengan pengawet.
h.      Pedoman umum gizi seimbang untuk lansia
khusus untuk Indonesia, Departemen Kesehatan telah menerbitkan Pedman Umum Gizi Seimbang (PUGS) (DepKes, 1995) yang berisi 13 pesan dasar gizi seimbang bagi lansia dengan dasar PUGS dan dengan memeprtimbangkan pengurangan berbagai resiko pentyakit degenerasi yang dihadapi para lansia

3.      KEBUTUHAN NUTRISI UNTUK MENOPOUSE
a.       Kalsium
Sebuah penurunan ekstrim dalam massa tulang terjadi selama menopause. Itu menyebabkan tulang rapuh dan cenderung untuk retak. Maka, butuh asupan makanan yang kaya akan kalsium dan Vitamin D. Sebuah sumber kalsium yang baik ditemukan dalam susu, keju, yoghurt, salmon, almond, dan sayuran hijau. Vitamin D meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium.
b.      Vitamin
Vitamin adalah kebutuhan nutrisi untuk menopause, salah satu efek samping yang umum dari menopause adalah demam. Akibat penurunan pada organ reproduksi, tubuh wanita mengalami percampuran suhu. Hal ini terjadi karena kurangnya Vitamin E. Jadi, konsumsilah asupan makanan kaya vitamin E. Salah satu sayuran terbaik adalah bawang. Vitamin B12 juga dapat mengurangi gejala.
c.       Besi
Untuk menjaga tingkat hemoglobin dalam darah Anda stabil, dosis sempurna dari suplemen zat besi sangat dibutuhkan. Kekurangan zat besi dalam darah dapat menyebabkan kelemahan, iritasi, dan perubahan suasana hati. Beberapa suplemen zat besi yang baik ada pada sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, telur, dan unggas
.

Selasa, 30 April 2013

gizi pada remaja


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Masa remaja merupakan periode dari pertumbuhan dan proses kematangan manusia, pada remaja ini terjadi perubahan yang sangat unik dan berkelanjutan. Perubahan fisik karena pertumbuhan yang terjadi akan mempengaruhi status kesehatan dan gizinya. Ketidakseimbangan antara asupan kebutuhan atau kecukupan akan menimbulkan masalah gizi, baik itu berupa masalah gizi lebih maupun gizi kurang.
Status gizi dapat ditentukan melalui pemeriksaan laboratorium maupun secara antropometri. Kekurangan kadar hemoglobin atau anemi ditentukan dengan pemeriksaan darah. Antropometri merupakan cara penentuan status gizi  yang paling mudah dan murah. Indeks Massa Tubuh (IMT) direkomendasikan sebagai indikator yang baik untuk menentukan status gizi remaja.
Masalah gizi pada remaja akan berdampak negatif pada tingkat kesehatan masyarakat, misalnya penurunan konsentrasi belajar, resiko melahirkan bayi dengan BBLR, penurunan kesegaran jasmani. Banyak penelitian telah menunjukkan kelompok remaja mengalami banyak masalah gizi. Masalah gizi tersebut antara lain Anemi dan IMT kurang dari batas normal atau kurus. Prevalensi Anemi berkisar antara 40%, sedangkan prevalensi remaja dengan IMT kurus berkisar antara 30%. Banyak faktor yang menyebabkan masalah ini. Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab yang mempengaruhi masalah gizi tersebut membantu upaya penanggulangannya dan lebih terpengaruh dan terfokus.
Tubuh yang berubah cepat pada masa remeja membutuhkan masukan energi, protein dan vitamin dalam jumlah besar. Energi diperlukan sebagai sumber tenaga sel-sel tubuh yang bekerja lebih keras untuk berkembang dan berubah cepat. Energi ini diperoleh dari kebanyakan biji-bijian seperti beras, jagung, kentang, dan bahan makanan lain yang mengandung karbohidrat.
Nasi, bubur, Jagung, roti, biskuit, adalah makanan olahan biji-bijian yang menyumbang energi paling banyak bagi tubuh kita. Karena itu makanan ini menjadi makanan pokok bagi tubuh kita. Karbohidrat adalah bahan bakar bagi tubuh kita. Protein diperlukan sel untuk membangun diri dan berkembang. Tanpa protein pertumbuhan tidak dapat berlangsung sempurna. Protein didapat dari hewan dan pertumbuhan. Protein yang didapat dari hewan disebut protein hewani, dan protein yang didapat dari tumbuhan disebut protein nabati.
Vitamin dan mineral diperlukan oleh tubuh sebagai zat pengatur. Sel-sel tubuh membutuhkan vitamin dan mineral untuk metabolisme sel. Tanpa vitamin dan mineral, sel-sel tubuh tidak dapat bekerja dengan baik. Sel-sel lensa mata, misalnya, tidak dapat menyesuaikan fokus dengan baik apabila kekurangan vitamin A.
Tanpa vitanim C metabolisme tubuh dapat terganggu dan menjadi mudah terserang penyakit. Agar kebutuhan gizi ini terpenuhi, kita perlu makan makanan dengan gizi seimbang supaya cerdas. Makanan dengan gizi seimbang terdiri dari karbohidrat sebagai pemasok tenaga, protein sebagai zat pembangun dan vitamin serta mineral sebagai zat pengatur. Inilah yang disebut sebagai makanan.

B.  Rumusan Masalah
1.    Apa saja masalah gizi pada remaja?
2.    Apa yang menybabkan masalah gizi pada remaja bisa terjadi?
3.    Bagaimana pola makan dan kebutuhan energi pada masa remaja?
4.    Bagaimana cara mengatasi supaya masalah gizi pada remaja tidak terjadi?

C.  Tujuan
Tujuan dari membuat makalah adalah:
1.    Menjelaskan, memberitahukan pengertian gizi.
2.    Pentingnya gizi seimbang yang diperlukan oleh remaja dan dewasa.
3.    Menanamkan gaya hidup sehat kepada remaja agar mencegah timbulnya penyakit-penyakit pada gizi remaja.

D.  Manfaat penulisan makalah
1.    Bagi penulis
Membantu penulis mengetahui dan memahami secara mendalam tentang kebutuhan gizi remaja.
2.    Bagi Remaja
Membantu remaja untuk mengetahui betapa pentingnya pemenuhan gizi dalam kehidupannya sehari-hari.
BAB II
LANDASAN TEORI

A.  Pengertian Gizi
Gizi adalah suatu proses organisme mengunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absobsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi dari organ-organ, serta menghasilkan energi.
Tak satupun jenis makanan yang menggandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat, tumbuh kebang dan produktif. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengkonsumsi aneka ragam makanan, kecuali bayi umur 0-4 bulan yang cukup mengkonsumsi Air Susu Ibu (ASI) saja. Bagi bayi 0-4 bulan, ASI adalah satu-satunya makanan tunggal yang penting dalam proses tumbuh kembang dirinya secara wajar dan sehat.
Makanan yang beraneka ragam sangat bermanfaat bagi kesehatan. Makanan yang beraneka ragam yaitu makanan yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik kualitas maupun kuantitasnya, dalam pelajaran ilmu gizi biasa disebut triguna makanan yaitu makanan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan zat pengatur. Apabila terjadi kekurangan atas kelengkapan salah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makanan, akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain. Jadi makan makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
Makanan sumber tenaga antara lain: beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar, kentang, sagu, roti, dan mie. Mnyak, margarin dan santan yangmengandung lemak juga dapat menghasilkan tenaga. Makanan sumber tenaga menunjang aktifitas sehar-hari.
Makanan sumber zat pembangun yang berasal dari bahan makanan nabati adalah kacang-kacangan, tempe, tahu. Sedangan yang berasal dari hewani adalah telur, ikan, ayam, daging, susu serta hasil olahan, seperti keju. Zat pembangun berperan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan seseorang.
Makanan sumber zat pengatur adalah semua sayur-sayuran buah-buahan. Makanan ini mengandung bebagai vitamin dan mineral, yang berperan untuk melancarkan bekerjanya fungsi organ-organ tubuh.

B.  Prinsip-Prinsip Pada Remaja dan Dewasa
Masa remaja menurut WHO adalah antara 10-24 tahun, sedangkan menurut monks (1992) masa remaja berlangsung pada umur 12-21 tahun dengan pembagian masa remaja awal (12-15 tahun), masa remaja pertengahan (15-18 tahun) dan masa remaja akhir (18-21 tahun).
Masa remaja merupakan saat terjadinya perubahan-perubahan cepat dalam proses pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial. Pada masa ini terjadi kematangan seksual dan tercapainya bentuk dewasa karena pematangan fungsi endokrin. Pada saat proses pematangan fisik, juga terjadi perubahan komposisi tubuh.
Periode andolesensia ditandai dengan pertumbuhan yang cepat (Growth Spurt) baik tinggi badannya maupun berat badannya. Pada periode growth spurt, kebutuhan zat gizi tinggi karena berhubungan dengan besarnya tubuh. Growth Spurt:
1.    Anak perempuan: antara umur 10 dan 12 tahun
2.    Anak laki-laki: antara umur 12-14 tahun
Permulaan gowth spurt pada anak tidak selalu pada umur yang sama melainkan tergantung individualnya. Pertumbuhan yang cepat biasanya diiringi oleh pertumbuhan aktifitas fisik sehingga kebutuhan zat gizi akan naik pula.
Penyelidikan membuktikan bahwa apabila manusia sudah mencapai usia lebih dari 20 tahun, maka pertumbuhan tubuhnya sama sekali sudah berhenti. Ini berarti, makanan tidak lagi berfungsi untuk pertumbuhan tubuh, tetapi untuk mempertahankan gizi yang sudah didapat atau membuat gizinya menjadi lebih baik. Dengan demikian, kebutuhn akan unsur-unsur gizi dalam masa dewasa sudah agak konstan, kecuali jika terjadi kelainan-kelainan pada tubuhnya, seperti sakit dan sebagainya. Sehingga mengharuskan dia mendapatkan kebutuhan zat gizi yang lebih dari biasanya.

C.  Faktor Yang Mempengaruhi Gizi Remaja dan Dewasa
Faktor yang mempengaruhi gizi pada remaja dan dewasa:
1.    Kemampuan keluarga untuk membeli makanan atau pengetahuan tentang zat gizi
2.    Pekerjaan
Data terbaru dari kesehatan nasional dan survey pengujian ilmu gizi (NHNES) menyatakan bahwa konsumsi energi wanita dari umur 11 sampai 51 tahun bervariasi, dari kalori yang rendah (sekitar 1329) sampai kalori yang tinggi (1958 kalori).
Konsumsi makanan wanita perlu mempertimbangkan kadar lemak kurang dari 30% dan tinggi kalsium sekitar 800-1200 mg/hari. Rata-rata RDA kebutuhan kalsium 1000 mg. Selain itu, wanita juga harus memperhatikan unsur sodium, cara pengolahan makanan dan para wanita perlu membatasi makanan kaleng atau makanan dalam kotak.

D.  Pengaruh Status Gizi Pada Sistem Reproduksi
Kebutuhan energi dan nutrisi dipengaruhi oleh usia reproduksi, tingkat aktivitas dan status nutrisi. Nutrisi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan. Kekurangan nutrisi pada seorang yang mengalami anemia dan kurang berat badan lebih banyak akan melahirkan bayi BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) dibandingkan dengan wanita dengan usia reproduksi yang aman untuk hamil.

E.   Gizi Remaja Menuju Reproduksi Sehat
Remaja wanita 15-21 tahun kedudukannya sangat penting karena merupakan persiapan calon ibu. Keadaan kesehatan remaja, erat hubungannya dengan gizi. Kegemukan,kurang energi kronis dan anemia merupakan tiga masalah gizi pada usia ini.
Pubertas (akil balik) adalah suatu masa pematangan kapasitas reproduksi. Pada anak perempuan ditandai dengan menstruasi, cepat lambatnya seseorang mengalami ubertas antara lain dipengaruhi oleh status gizi. Seorang anak yang gizinya baik akan lebih cepat mengalami masa pubertas, sebaliknya anak yang gizinya kurang baik akan terlambat akil baliknya. Menarche, tidak ada ketentuan secara tepat kapan mulai akan terjadi periode yang pertama kali, namun hal ini akan terjadi antara usia 10-14 tahun, tapi sedikit lebih awal atau lebi lambat tidak semua anak sama. Pada remaja energi dan protein dibutuhkan lebih banyak daripada orang dewasa, demikian pula vitamin dan mineral. Itamin B1, B2 dan B6 sangat penting untuk metabolisme karbohidrat menjadi energi. Demikian pula asam folat dan vitamin B12 untuk pembentukan sel darah merah dan vitamin A untuk pertumbuhan yang diperlukan oleh jaringan.

F.   Masalah Gizi Pada Remaja
1.    Obesitas
Walaupun kebutuhan energi dan zat-zat gizi lebih besar pada remaja daripada dewasa, tetapi ada remaja yang makannya terlalu banyak melebihi kebutuhannya sehinga menjadi gemuk. Aktif berolahraga dan melakukan pengaturan makan adalah cara untuk menurunkan berat badan. Diet tinggi serat sangat sesuai untuk para remaja yang sedang melakukan penurunan berat badan. Pada umumnya makanan yang serat tinggi mengandung sedikit energi, degan demikian dapat membantu menurunkan berat badan, selain itu serat dapat menimbulkan rasa kenyang sehingga dapat menghindari ngemil makanan/kue-kue.
2.    Kurang Energi Kronis
Para remaja badan kurus disebut Kurang Energi Kronis tidak selalu berupa akibat terlalu banyak olahraga atau aktivitas fisik. Pada umumnya adalah karena makan terlalu sedikit. Remaja perempuan yang menurunkan berat badan secara drastis erat hubungannya dengan faktor emosional seperti takut gemuk seperti ibunya atau dipandang lawan jenis kurang seksi.

3.    Anemia
Anemia karena kurang zat besi adalah masalah yang paling umum dijumpai terutama pada perempuan. Zar besi diperlukan untuk membentuk sel-sel darah merah, dikonversi menjadi hemoglobin, beredar ke seluruh jaringan tubuh, berfungsi sebagai pembawa oksigen.
Remaja perempuan membutuhkan lebih banyak zat besi daripada laki-laki. Agar zat besi yang diabsorbsi lebih banyak tersedia oleh tubuh, maka diperlukan bahan makanan yang berkualitas tinggi. Seperti pada daging, hati, ikan, ayam, selain itu bahan makanan yang tinggi vitamin C membantu penyerapan zat besi.
4.    Pendidikan Gizi Pada Remaja an Dewasa
Pendidikan gizi pada remaja dan dewasa diperlukan untuk mencapai status gizi yang baik dan berperilaku gizi yang baik dan benar. Adapun pesan dasar gizi seimbang yang diuraikan oleh Depkes adalah
a.    Makanlah aneka ragam makanan
Tidak satupun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Makan makanan yang mengandung unsur-unsur gizi yang diperlukan oleh tubuh baik kualitas maupun kuantitas. Jadi, mengonsumsi makanan yang beraneka ragam menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
b.    Makanlah makanan untuk mencukupi kecukupan energi
Setiap orang dianjurkan untuk memenuhi makanan yang cukup kalori (energi) agar dapat hidup dan beraktivitas sehari-hari. Kelebihan konsumsi kalori akan ditimbun sebagai cadangan didalam tubuh yang berbentuk jaringan lemak.
c.    Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi
Ada dua kelompok karbohidrat yaitu karbohidrat kompleks dan sederhana. Proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat kompleks berlangsung lebih lama daripada yang sederhana. Konsumsi karbohidrat kompleks sebaiknya dibatasi 50% saja dari kebutuhan energi sehingga tubuh dapat memenuhi sumber zat pembangun dan pengatur.
d.   Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai ¼ dari kecukupan gizi
Lemak dan minyak yang terdalam dalam makanan berguna untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin (A,D,E dan K) serta menambah lezatnya hidangan. Mengonsumsi lemak dan minyak secara berlebihan akan mengurangi konsumsi makanan lain.
e.    Gunakan garam beryodium
Kekurangan garam beryodium dapat mengakibatkan terjadinya penyebab penyakit godok.
f.     Makanlah makanan sumber zat besi
Zat besi adalah unsur penting untuk pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi berakibat anemia gizi besi (AGB), terutama diderita oleh ibu hamil, wanita menyusui dan wanita usia subur.
g.    Berikanlah ASI saja pada bayi sampai umur 6 bulan dan tambahkan MP-ASI sesudahya
ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, karena mempunyai kelebihan yang meliputi 3 aspek baik aspek gizi, aspek kekebalan dan aspek kejiwaan.
h.    Biasakan makan pagi
Bagi remaja dan dewasa makan pagi dapat memelihara ketahan fisik, daya tahan tubuh, meningkatkan konsentrasi belajar dan meningkatkan produktivitas kerja.
i.      Minumlah air bersih yang aman dan cukup jumlahnya
Aman berarti bersih dan bebas kuman.
j.      Lakukan aktifitas fisik secara teratur
Dapat meningkatkan kebugaran, mencegah kelebihan berat badan, meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot serta memperlambat proses penuaan.


k.    Hindari minum minuman beralkohol
Sering minum minuman beralkohol akan sering BAK sehingga menimbulkan rasa haus. Alkohol hanya menandung energi, tetapi tidak mengandung zat lain.
l.      Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan
Selain harus bergizi lengkap dan seimbang, makanan harus layak dikonsumsi sehingga aman untuk kesehatan. Makanan yang aman yaitu bebas dari kuman, bahan kimia dan halal. Bacalah label pada makanan yang dikemas.

G.  Penyebab Masalah Gizi pada Remaja
Pada usia sekolah, anak banyak mengikuti aktivitas, fisik maupun mental, seperti bermain, belajar, berolahraga. Zat gizi akan membantu meningkatkan kesehatan tubuh anak, sehingga sistem pertahanan tubuhnya pun baik dan tidak mudah terserang penyakit. Umumnya orangtua kurang memperhatikan kegiatan makan anaknya lagi. Mereka beranggapan bahwa anak seusia ini sudah tahu kapan ia harus makan. Disamping itu, anak mulai banyak melakukan kegiatan diluar rumah, sehingga agak sulit mengawasijenis makanan apa saja yang mereka maka.
Anak usia sekolah membutuhkan lebih banyak energi dan zat gizi dibanding anak balita. Diperlukan tambahan energi, protein, kalsium, flour, zat besi, sebab pertumbuhan sedang pesat dan aktivitas kian bertambah. Untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi, anak seusia ini membutuhkan 5 kali waktu makan, yaitu makan pagi (sarapan), makan siang, makan malam dan 2 kali makan selingan. Perlu ditekankan pentinya sarapan supaya dapat berfikir dengan baik dan menghindari hipoglikemi. Bila jajan harus diperhatikan kebersihan makanan supaya tidak tertular penyakit tifoid, disentri dan lain-lain. Anak remaja putri sudah mulai haid, sehingga diperlukan tambahan zat besi.

H.  Pola Makan dan Kebutuhan Energi pada Masa Remaja
1.    Pola makan masa remaja
a.    Pengalaman baru, kegembiraan di sekolah, rasa takut terlambat sekolah. Mengakibatkan anak sering menyimpang dari kebiasaan makannya.
b.    Anak lebih aktif memilih makanan yang disukainya.
c.    Anak yng memiliki aktivitas tinggi di luar rumah cenderung melupakan waktu makan.
d.   Masa remaja merupakan masa adoloseence growth spurt (buth zat gizi yang relative tinggi).
2.    Kebutuhan energi untuk remaja
a.    Putra
Usia 16 tahun memerlukan energi 3.470 kkal
Usia 16-19 thun menurunkan menjadi 2.900 kkal
b.    Putri
Usia 12 tahun memerlukan energi 2.550 kkal
Usia 18 tahun menurunkn mejadi 2.200 kkal
c.    Perhitungan sederhana untuk kebutuhan energi pada remaja
Wanita=BBI x 25 kkal
Pria=BBI x 30 kkal
BI=(TB-100) – 10% (TB-100)
d.   Penilaian status gizi untuk usia <18 tahun
Status gizi=BB/BBI x 100%
3.    Perilaku komsumsi yang salah pada remaja sekolah
Ketidaktahuan akan gizi yang benar pada usia remaja ataupun sekolah yang menyebabkan remaja tersebut sering berperilaku komsumsi  gizi yang salah. Berikut beberapa perilaku konsumsi gizi yang salah pada remaja/anak sekolah :
a.    Tidak mengkonsumsi menu gizi seimbang
Kebiasaan remaja dan anak yang susah makan , ini biasanya hanya gemar pada makanan seperti mie , padahal jelas mie goring itu hanya mengandung karbohidrat dan lemak saja.  Tidak ada sumber protein , vitamin dan mineral .
b.    Kebiasaan tidak sarapan pagi
Makan pagi mempunyai peranan penting bagi anak remaja  yang khususnya sekolah/kuliah, yaitu untuk pemenuhan gizi dipagi hari dimana para remaja dan anak-anak tersebut mempunyai  aktivitas yang sangat padat disekolah apabila anak-anak terbiasa sarapan pag, maka akan berpengaruh terhadap kecerdasan otak, terutaa daya ingat sehingga dapat mendukung prestasi belajar anak/remaja tersebut kearah yang baik. Sarapan pagi merupakan pasokan energi untuk otak yang paling baik agar dapat berkonsentrasidsekolah.
Ketika bangun pagi, gula darah dalam tubuh kita rendah karena semalaman tidak makan. Tanpa sarapan yang cukup, otak akan sulit berkonsentrasi disekolah/ dikampus.
c.    Jajan tidak ehat disekolah/ dikampus 
Anak-anak remaja tidak dapat terlepas dari makanan jajanan disekolah. Hal ini merupakan upaya utuk memenuhi kebutuhan dan energi karena aktivitas disekolah yang tinggi. Biasanya para remaja sekolah ini menyukai makanan yang tinggi kalori yang bersumber dari lemak dan gula. Padahal makanan tradisional sebetulnya kaya akan serat dan kalorinya yang tidak terlalu tinggi.
d.   Kurang mengonsumsi buah dan sayur
Anak-anak sekolah atau remaja umumnya susah apabila mengonsumsi buah dan sayur. Padahal buah dan sayur merupakan sumber zat gizi vitamin, serat dan mineral. Yang tentunya sangat baik untuk kesehatan dan kecerdasan remaja atau anak tersebut
e.    Mengonsumsi Fast Food dan Junk Food
Para remaja-remaja biasanya sangat suka mengonsumsi fast food dan junk food karena mereka terpengaruh oleh iklan-iklan yang ada ditelevisi sehingga mereka beranggapan bahwa fast food dan junk food menunjukan status sosial yang tinggi dan mengadung gizi yang baik.
f.     Konsumsi  Gula Berlebihan
Para remaja baik di sekolah maupun di kampus sering jajan yang serba manis-manis seperti es, gula-gula dan sebagainya. Pada umumnya menggunakan pemanis yang tidak aman untuk tubuh.
g.    Konsumsi Natrim Berlebihan
Pada saat membeli jajanan juga biasanya para remaja suka membeli jajanan yang mengandung tinggi garam, seperti makanan ringan yang rasanya asin. Kelebihan natrium menyebabkan kadar natrium dalam darah meningkat. Akibatnya volume darah juga meningkat karena kelebihan air disebabkan osmosis. Peningkatan volume darah menyebabkan tekanan darah naik sehingga terjadi hipertensi.
h.    Konsumsi Lemak Berlebihan
Pada remaja lebih suka makanan jajanan seperti bakso, mie ayam, dan soto yang mengandung tinggi lemak ketimbang makan makanan yang di masak oleh orang tua dirumah. Sehingga tubuh remaja tersebut tinggi akan lemk dan kolesterol.
i.      Mengkonsumsi Makanan Beresiko
Mengkonsumsi makanan beresiko yaitu MSG berebihan, kafein dan pengawet serta pewarna makanan yang berbahaya. Untuk kesehatan da berdampak buruk bagi tubuh di masa depan.
4.    Kebutuhan Gizi Seimbang
Pada anak remaja kudapan berkontribusi 30% atau lebih dari total asupan kalori remaja setiap hari. Tetapi kudapan ini sering mengandung tinggi lemak, gula dan natrium yang dapat meningkatkan resiko kegemukan dan karies gigi. Oleh karen itu, remaj harus didorong untuk lebih memilih kudapan yang sehat. Bagi remaja, makanan merupakansuatu kebutuhan pokok untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya. Kekurangan konsumsi makanan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, akan menyebabkan metabolisme tubuh terganggu.
Kecukupan gizi merupakan kesesuaian baik dalam hal kualitas meupun kuantitas zat-zat sesuai dengan kebutuhan faali tubuh.

5.    Energi
Kebutuhan energi diperlukan untuk kegiatan sehari-hari maupun untuk proses metabolisme tubuh. Cara sederhana untuk mengetahui kecukupan energi dapat dilihat dri berat badan seseorang. Pada remaja perempuan 10-12 tahun kebutuhan energinya 50-60 kal/kg BB/hari dan usia 13-18 tahun 40-50 kal/kg BB/hari.
6.    Protein
Kebutuhan protein meningkat karena proses tumbuh kembang berlangsung cepat. Apabila asupan energi terbatas atau kurang, protein akan dipergunakan sebagai energi.
Kebutuhan protein usia 10-12 tahun adalah 50 g/ hari, 13-15 tahun sebesar 57 g/ hari dan usia 16-18 tahun 55 g/ hari. Sumber protein terdapat dalam daging, jeroan, ikan, keju, kerang dan udang (hewani). Sedangkan pada kacang-kacangan, tempe dan tahu.
7.    Lemak
Lemak dapat diperoleh dari daging berlemak, jerohan dan sebagainya. Kelebihan lemak akan disimpan oleh tubuh sebagai lemak tubuh yang sewaktu-waktu diperlukan. Departemen Kesehatan RI menganjurkan komsumsi lemak dibatasi tidak melebihi 25% dari total energi per hari, atau paling banyak 3 sendok makan minyak goreng untuk memasak makanan sehari. Asupan lemak yang terlalu rendah juga mengakibatkan energi yang dikonsumsi tidak mencukupi, karena 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori. Pembatasan lemak hewani dapat menghasilkan asupan       Fe dan Za juga rendah.
8.    Vitamin dan Mineral
Kebutuhan vitamin dan mineral pada saat ini juga meningkat. Golongan vitamin B yaitu B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin) maupun niasin diperlukan dalam metabolisme energi. Zat gizi yang berperan dalam metabolisme asam nukleat yaitu asam folat dan vitamin B12. Vitamin D diperlukan dalam pertumbuhan kerangka tubuh atau tulang. Selain itu, agar sel dan jaringan baru terpelihara dengan baik, maka kebutuhan vitamin A, C dan E juga diperlukan.
9.    Fe atau Zat Besi
Kekurangan Fe atau zat besi dalam makanan sehari-hari dapat menimbulkan kekurangan darah yang dikenal dengan anemia gizi besi (AGB). Makanan sumber zat besi adalah sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, hati, telur dan daging. Fe lebih baik dikonsumsi bersama dengan vitamin C, karena akan lebih mudah terabsorsi.

I.     Cara Mengatasi Supaya Masalah Gizi pada Remaja tidak terjadi
Perlu dilakukan kegiatan pendidikan, penyuluhan terutama tentang gaya hidup yang benar, meliputi, kebiasaan sarapan pagi, menghindari untuk merokok dan minum-minuman keras serta membiasakan hidup sehat agar terhindar dari berbagai penyakit infeksi.
BAB III
PENUTUP

A.  KESIMPULAN
Untuk mencapai kesehatan yang optimal diperlukan makanan yang bukan sekedar makanan akan tetapi makanan yang mengandung gizi. Masa remaja adalah masa yang sangat rentan, kadar hormon estrogen dan progesteron pada remaja serta hormon progesteron pada remaja pria berkembang pesat saat ini. Faktor yang mempengaruhi gizi pada anak remaja dan dewasa antara lain : kemampuan untuk membeli makanan, pengetahuan tentang gizi juga pekerjaan.
B.  SARAN
Untuk para remaja dan dewasa menjaga agar tubuh tetap sehat dan tidak mudah sakit maka mengkonsumsi makanan harus sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Terutama harus bisa mengkonsumsi gizi yang seimbang agar tubuh bisa tetap sehat. Untuk bidan seharusnya bisa mensosialisasikan pentingnya mengkonsumsi gizi yang seimbang kepada masyarakat khususnya remaja dan dewasa.